Tampilkan postingan dengan label maduolahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maduolahan. Tampilkan semua postingan

Membedakan Madu Asli Dengan Madu Palsu


Sepertinya hampir setiap orang pernah penasaran bagaimana caranya untuk membedakan antara Madu Murni (Asli) dengan Madu Palsu (Abal - abal). Dan tak jarang mereka kemudian mengikuti cara - cara klasik yang telah tersebar di masyarakat, di antaranya:

* Madu Asli tidak disemuti
* Madu Asli tidak beku saat difreezer
* Madu Asli bisa terbakar
* Madu Asli tidak menetes jika diletakkan di atas kertas koran
* Madu Asli berbuih jika digoncang - goncang
* Botol berisi Madu Asli ada bunyi "letupan' saat tutupnya dibuka
* Dan lain - lain.

Padahal sebenarnya cara - cara tersebut sebagian besarnya tidak valid. Misalnya kriteria "madu asli tidak disemuti". Ini adalah rumor yang benar - benar menyesatkan. Betul memang ada jenis madu tertentu yang tidak didekati oleh semut, misalnya madu hutan mentah yang memiliki kandungan gas tinggi. Namun, dari yang pernah kami amati, umumnya madu asli justru sangat disukai oleh semut. Logika sederhananya, jangankan madu, yang rasanya legit begitu, emping dan krupuk saja semut suka.

Nah, rumor semacam ini justru dimanfaatkan oleh para pemalsu madu. Mereka paham betul bahwa ungkapan "Madu asli tidak disemuti" telah mengakar di benak sebagian besar customer. Akhirnya mereka menyiasati agar madu abal - abal yang mereka jual tidak didekati semut, misalnya dengan mencampurkan formalin ke dalam madu palsu yang mereka jual. Mereka akan melakukan apapun asalkan produk mereka "lolos uji" dari kriteria - kriteria klasik tersebut.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa yakin dengan madu yang kita beli?

Cara terbaiknya adalah dengan melakukan uji laboratorium. Ya, dengan tes lab maka kita akan mengetahui secara pasti kandungan madu yang kita beli. Madu palsu, mungkin saja bisa menyamai madu asli dalam hal rasa, warna, dan aroma, namun kandungan-nya tidak akan bisa menyamai kandungan madu asli.

Jika tes lab dirasa memberatkan, maka cara lain yang bisa kita lakukan adalah dengan membeli kemudian merasakan khasiatnya. Madu asli bermanfaat untuk orang sehat maupun untuk orang sakit, sedangkan madu palsu justru merugikan  kesehatan dan memperparah penyakit seseorang.

Mau tau cara tau tips supaya tidak tertipu saat membeli madu, silakan baca di sini. Semoga bermanfaat.

Kenali Madu Yang Anda Beli


Pada kesempatan kali ini, kami mencoba mengulas tentang berbagai jenis madu yang beredar di pasaran. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan bagi para konsumen, terutama bagi yang masih awam tentang madu. Sehingga diharapkan konsumen dapat menemukan produk yang tepat sesuai yang diinginkan. Berikut kurang lebih jenis – jenis madu yang lazim kita jumpai di pasaran.



1. Madu Murni (Madu Asli)
Merupakan madu yang didapatkan dari lebah madu, jenis apapun, baik apis cerana, apis dorsata, trigona, maupun yang lainnya. Madu murni bisa berasal dari alam liar maupun dari hasil budidaya. Point pentingnya adalah bahwa lebah memperoleh makanan secara alami. Maksudnya, lebah dibiarkan mencari pakan dan kebutuhan hidupnya sendiri, tanpa campur tangan manusia.

2. Madu KW
Lebah sengaja diberi pakan berupa cairan glukosa, gula, atau sirup sepanjang waktu, untuk mempercepat proses produksi. Pada umumnya madu yang dihasilkan sekilas akan terlihat sama dengan madu murni. Namun kandungan di dalamnya jelas sangat berbeda.

3. Madu Campuran (Oplosan)
Untuk meraup untung yang lebih besar, pedagang “nakal” mencampurkan madu murahan ke dalam produk madu yang ia jual. Bahkan tak jarang madu tersebut dicampur dengan bahan – bahan lain, seperti gula, sirup, atau perasan buah – buahan. Maka tidak mengherankan jika kita sering menjumpai madu jenis premium dengan harga yang super murah.

4. Madu Herbal
Madu yang di dalamnya diberikan tambahan bahan – bahan herbal tertentu untuk tujuan pengobatan, misal madu + habbatussauda, madu + temulawak, dsb. Madu herbal tidak bisa disamakan dengan madu oplosan karena berbeda tujuan. Namun perlu diberikan penjelasan kepada konsumen agar tidak terjadi kerancuan. Contoh, madu daun bidara, artinya madu + daun bidara, bukan madu dari nektar bunga bidara.

5. Madu Palsu
Madu yang dibuat dari bahan – bahan tertentu yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan cairan kental manis yang serupa dengan madu. Rasanya yang ini tidak perlu kita bahas panjang lebar, karena kita semua tahu bahwa barang – barang palsu (abal – abal) adalah diproduksi semata – mata untuk mendapatkan keuntungan, tanpa memikirkan keehatan konsumen.

Penasaran pengin tahu cara agar bisa dapetin madu murni? Klik saja di sini.